BOGOR (BJN) - Keamanan pangan tidak hanya perlu diperhatikan saat membeli makanan, tetapi juga sejak pangan disiapkan, diolah, disimpan, hingga disajikan. Kebiasaan tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Keamanan Pangan (KKNT KP) IPB University selama menjalankan pengabdian di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Melalui pendampingan langsung, mahasiswa membawa edukasi keamanan pangan ke dua lingkungan yang dekat dengan keseharian masyarakat, yaitu rumah tangga dan tempat usaha pangan. Pendekatan dilakukan dengan mendatangi warga dan pelaku usaha agar edukasi dapat disesuaikan dengan kondisi yang ditemui di lapangan.

Keamanan Pangan Dimulai dari Rumah


(Edukasi kepada keluarga dilakukan bersama Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD) Keluarga pada Selasa, 28/07/2026, di wilayah Bangau 2, Gang Denok, Desa Leuwisadeng| Foto: Dokumentasi pribadi.)

Dua kader keluarga bersama tujuh mahasiswa pendamping mendatangi rumah warga secara door to door. Sebanyak lima ibu rumah tangga mendapatkan edukasi mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Kader dan mahasiswa juga melihat langsung praktik keamanan pangan yang dilakukan di rumah, mulai dari penggunaan air dan bahan baku, kebiasaan mencuci tangan, kondisi tempat pengolahan pangan, hingga pemisahan antara pangan mentah dan matang.

iklan sidebar-1

Proses pemasakan dan penyimpanan pangan serta pengelolaan limbah dan sampah turut menjadi perhatian. Jika ditemukan praktik yang masih dapat diperbaiki, kader memberikan edukasi secara langsung agar warga dapat menerapkan kebiasaan yang lebih sesuai dengan prinsip keamanan pangan.

Dengan mendatangi rumah secara langsung, pembahasan keamanan pangan dapat dikaitkan dengan kebiasaan yang memang dilakukan keluarga setiap hari, mulai dari menyiapkan bahan hingga menyimpan makanan setelah dikonsumsi.

Pendampingan Berlanjut ke Pelaku Usaha Pangan


(Pendampingan pelaku usaha pangan Desa Leuwisadeng selama Juli-Agustus 2026| Foto: Dokumentasi pribadi.)