BOGOR (BJN) - Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Kota Bogor, Yantie Rachim melakukan monitoring pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan dasar masyarakat berjalan optimal.

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan di enam posyandu yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Yantie Rachim telah melakukan peninjauan pada Posyandu 6 SPM Bunga Harapan 2 di Kecamatan Bogor Timur serta Posyandu 6 SPM Mawar di Kecamatan Bogor Tengah.
Dalam kunjungannya, Yantie Rachim meninjau langsung berbagai pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan balita, ibu hamil, hingga lansia.
“Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang hadirnya solusi bagi masyarakat,” ujar Yantie Rachim di Posyandu Mawar, Jalan Semboja, Kota Bogor, Selasa 12/5/2026.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, Yantie Rachim juga menindaklanjuti laporan masyarakat di bidang pendidikan. Saat berada di Posyandu 6 SPM Bunga Harapan 2, dirinya menerima informasi terkait adanya anak putus sekolah di wilayah tersebut.
Menanggapi hal itu, Yantie Rachim langsung mengarahkan dan membawa anak tersebut ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Graha di Kelurahan Baranangsiang agar dapat kembali melanjutkan pendidikan melalui jalur pendidikan nonformal.
“Saya bertemu dengan Anis, ibunya melaporkan kalau Anis itu putus sekolah karena alasan biaya. Jadi, dari posyandu bidang pelayanan pendidikan langsung diantar ke PKBM Graha Baranangsiang. Alhamdulillah, Anis akan mulai bersekolah kembali,” jelasnya.
Menurut Yantie Rachim, Posyandu 6 SPM menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan dasar masyarakat tidak hanya berjalan di bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Tak hanya itu, ia juga menerima laporan warga mengenai rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kelurahan Kebon Kelapa yang membutuhkan perhatian dan penanganan segera.



