BANDUNG (BJN) - Ada yang aneh terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Tepatnya di Kantor Kecamatan Padalarang, KBB, Jawa Barat. Kantor negara itu sekarang "dijepit" oleh dua gedung Koperasi Desa Merah Putih program mulia untuk rakyat Desa.

Kedua bangunan KDMP tersebut lokasinya di Kampung Sodong, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, jaraknya sangat dekat berdempetan dengan Kantor Camat. Seolah tidak ada lahan lain di seluruh Padalarang.
KDMP - Koperasi Desa Merah Putih - adalah program Presiden Prabowo yang mulia tujuannya: memotong mafia pangan, menstabilkan harga, dan menguatkan ekonomi rakyat Desa.
Tapi pertanyaannya: untuk apa membangun 2 gedung KDMP yang lokasinya saling berdekatan diantara Kentor Camat, bahkan menempel di halaman Kantor Camat Padalarang? Ini efisiensi atau pemborosan atau ingin merusak program Presiden?
Logika perencanaan paling mendasar adalah: 1 kecamatan, pemetaannya jelas. 1 Desa, 1 KDMP, langkauannya merata ke seluruh perkampungan, hal ini malah 2 gedung numpuk di Kampung Sodong, Desa Cipeundeuy saja.
Bagaimana dengan Desa dan kampung lain di Kecamatan Padalarang? apakah mereka tidak butuh KDMP? atau memang dari awal tidak ada perencanaan sama sekali?
Keanehan ini belum selesai, ada informasi yang beredar, ada juga bahwa salah satu Gedung KDMP justru dibangun di atas gunung jauh dari keramaian, jauh dari akses warga, jauh dari pasar.
KDMP di atas gunung? untuk siapa? Truk sembako mau naik bagaimana? warga mau belanja bagaimana? ini koperasi untuk rakyat, atau monumen di puncak?
Kalau benar dibangun tanpa studi kelayakan, tanpa pemetaan, tanpa dengar aspirasi warga, maka ini bukan KDMP. Ini proyek asal jadi.



