JAKARTA (BJN) - Praktisi dan pionir pertanian nasional Andi Undru Mario, Formulator Pupuk Super Tani Indonesia yang berpengalaman mendampingi petani di berbagai daerah di Indonesia, mendorong pemerintah memperkuat sistem pendataan dan penyaluran bantuan pertanian agar tepat sasaran serta benar-benar dirasakan petani.

Andi juga dikenal sebagai inisiator pembagian pupuk gratis kepada petani ketika terjadi kelangkaan pupuk di sejumlah daerah. Kegiatan tersebut telah dilakukannya selama sekitar 15 tahun terakhir sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Andi dalam Diskusi Media 2026 bertajuk “Menjaga Ketahanan dan Swasembada Pangan di Tengah Krisis Global” yang digelar DPP Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) di Rarampa Resto & Bar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu 20/9/2026.
Berbekal pengalaman mendampingi petani di berbagai wilayah, Andi mengatakan persoalan ketepatan sasaran bantuan masih perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan kebijakan pertanian.
Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program subsidi dan bantuan pertanian berjalan efektif. Pendataan penerima bantuan, kata dia, perlu dilakukan secara lebih terukur berdasarkan identitas petani dan kondisi lahan yang benar-benar digarap.
“Pendataan harus berbasis by name, by address, and by land. Artinya, harus jelas siapa petaninya, di mana alamatnya, dan berapa luas lahan yang benar-benar digarap. Dengan sistem seperti ini, pemerintah akan lebih mudah memastikan bantuan tepat sasaran,” katanya.
Andi juga meminta agar mekanisme penyaluran bantuan tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi atau kelompok tani, tetapi memastikan petani yang menjadi pelaku utama produksi mendapatkan manfaat secara langsung.
“Jangan sampai ada petani yang benar-benar menggarap lahan tetapi justru tidak mendapatkan dukungan karena persoalan administrasi atau data. Kritik ini bukan untuk melemahkan program pemerintah, tetapi justru agar kebijakan yang sudah baik dapat semakin tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh petani,” tegas tokoh pertanian asal Sulawesi Selatan yang juga menjabat Dewan Pembina SPRI.
Ia menilai pembenahan sistem bantuan perlu berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas pertanian. Menurut Andi, pemerintah juga perlu terus membuka ruang bagi inovasi teknologi dan sarana produksi untuk membantu petani meningkatkan hasil panen.



